KEMUNGKINAN PENGGUNAN EDIBLE FILM DARI PATI TAPIOKA UNTUK PENGEMAS LEMPUK

Edible film adalah suatu tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan, dibentuk untuk melapisi makanan (coating) atau diletakan di antara komponen makanan (film) yang berfungsi sebagai penghalang terhadap perpindahan massa (misalnya kelembaban, oksigen, cahaya, lipid, zat terlarut) dan atau sebagai pembawa aditif serta untuk meningkatkan penanganan suatu makanan.

Komponen penyusun edible packaging mempengaruhi secara langsung bentuk morfologi maupun karakteristik pengemas yang dihasilkan.komponen utama penyusun edible film dikelompokan menjadi tiga, yaitu hidrokoloid, lipida dan komposit. Hidrokoloid banyak diperoleh dari proteun utuh, selulosa dan turunnya alginate,pectin dan pati. Dari kelompok lipida yang sering digunakan adalah lilin asilgliserol dan asam lemak. Komposit adalah bahan yang didasarkan pada campuran hidrokoloid dan lipida.

Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk menguasai trknik pembuatan edible film dari pati tapioca, menentukan karakteristik edible film terbauk yang dihasilkan, serta mengaplikasikan edible film tersebut untuk mengemas produk pangan dan menentukan umur simpannya.

Pengujian Ketahanan Edible Film

Edible film di uji ketahanannya terhadap pengaruh kelembaban udara lngkungan (RH). Percobaan satu faktor , dengan rancangan dasar RAKL. Perlakuan terdiri atas 65,75,85, dan 95 % RH pada suatu ruang. Pengujian dilakukan pada pengamatan awal dan akhir penyimpanan. Pengamatam yang dilakukan terhdap karakteristik edible film yang meliputi : Aw, metode Aw meter  dan kuat tarik film. Kondisi RH lingkungan penyimpanan terbaik, kemudian digunakan untuk aplikasi penyimpanan tahap berikutnya.

Sifat Fisiko Kimia Pati Tapioka

Sifat Fisiko Kimia                                   Pati Tapioka

1. Kadar air (%)                                  11,54

2. Kadar Pati (%)                                51,36

3. Kadar Amilosa (%)                                    17,41

4. Kadar Amilopektin (%)                  82,13

5. Bentuk Granula                              oval

6. Ukuran Granula (µm)                     5-35

7. Suhu Gelatinisasi (ºC)                    52-64

Dari hasil pengamatan di dapatkan kadar air pati tapioka yang digunakan adalah 11,54%. Kadar air tersebut merupakan kadar air yang aman selama penyimpanan. Sedangkan pati tapioka adalah 51,36% dengan kadar amilosa 17,41 % dan amilopektin 82,13 %. Jadi rasio kadar amilosa dan amilopektinnya adalah 17,41: 82,13. Berdasarkan hasil pemotretan mwnggunakn mikroskop polarisasi terlihat bahwa granula pati tapioka berbentuk mangkuk dan biasanya kelihatan suatu hilum yang jelas, dengan ukuran granula berkisar antara 5 – 35 µm atau rata – rata 17 µm. Sesuai dengan yang dikemukakan, bahwa ukuran dan bentuk dari granula pati merupakan sifat khas yang khusus dari suatu jenis pati. Bentuk dari granula pati ini akan mempengaruhi sifat gelatinasi dari pati, yaitu berkisar antara 52-64 ºC.

Karakteristik edible film yang dihasilkan sudah cukup bagus bila dibandingkan dengan beberapa hasil penilitian yang telah di publikasikan. Namun laju transmisi terhadap uap air yang masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh bahan baku yang digunakan termasuk kelompok hidrokoloid yang memang bersifat higroskopis. Pada umumnya film dari hidrokoloid mempunyai stuktur mekanis yang cukup bagus, namun kurang bagus terhadap penghambatan uap air.

Sifat Fisiko Kimia Edible Film dari pati Tapioka

Karakteristik Edible Film                                    Nilai

1. Aw                                                             0,456

2. Derajat kejernihan(%)                                67,73

3. Ketebalan film (mm)                                             0,120

4. Kuat tarik ( Kgf m -2-)                                6,97

5. Persen elongasi (%)                                                72,9

6. Permeabilitas terhadap O2                         0,32

7. Permeabilitas terhadap CO2                                  0,17

8. Laju transmisi terhadap uap air                  8,79

Edible film yang dihasilkan di uji kekuatannya terhadap variasi kelembaban nisbi dan secara kontinyu di evaluasi sampai diperoleh film yang terbaik.

Sifat organoleptik

Hasil pengamatan organoleptik menunjukkan bahwa panelis cukup menyukai edible film yang dihasilkan, yaitu dengan skor berkisar dari 5,9-6,4 dengan rata – rata 6,2 (menarik). Hal ini menunjukkan bahwa edible film dari pati tapioka ini dapat diterima.

Kesimpulan

Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan edible film pada pengemasan produk pangan dapat memperpanjang umur simpan.Hal ini disebabkan karena kemasan sekunder ( edible film ) mampu memberikan perlindungan terhadap pengaruh kontaminasi mikroba dari luar serta pengaruh langsung kelembaban udara.

One Response to “KEMUNGKINAN PENGGUNAN EDIBLE FILM DARI PATI TAPIOKA UNTUK PENGEMAS LEMPUK”

  1. Jo Says:

    mas ada sumber untuk tabelnya? tolong di share email dong, thanks b4..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: