“KONDANGMERAK, SISI LAEN DIKOTA MALANG”

Setahun menunggu, akhirnya kembali diadakan acara WOCA 2009. Walaupun aku yakin akan letih yang menungguku, namun kali ini aku benar-benar ku harapkan. Apalagi diadakan beberapa hari setelah ujian akhir semester genap. Rasanya akan menjadi penyejuk hati. Hehehh

Setelah aku melihat betapa sibuknya para panitia, (termasuk aku, ^v^ ) membuat susunan acara dan anggaran dana yang ngejelimet, akhirnya tercetus kembali harga yang sama dengan tahun lalu. (Betapa indahnya dunia ku rasa hari itu.. maklum penghematan).

Cerita punya cerita, tibalah saat2 yang kita nantikan. Hari itu (rada ngaret sih, pastinya, wong arek IAAS, hehhe, becanda! Piss yowh *u*/v ) jam 8an udah pada ngumpul semua. Kebetulan Pak Arif juga lagi ada proyek konservasi terumbu karang disana, jadi truk kita ada lebihan muatan. Dan asyiknya, WOCA kita kali ini ada anak non-IAASers lho. Hebat ga tw panitianya ( dasar narsis)..

Kira2 tepatnya pukul stg10, akhirnya bus lepas landas dari kota Malang. Awal2 berangkat sih seru ghila, ada nyang nyanyi, gossip, lurak-lirik cari barang (gadis2) mulus di jalan, yah macem-macem dah. (Namanya juga anak muda, kpn lagi kita menikmati masa2 ini). Udah nyampe di tengah perjalanan, mulai dah pada kumat, bahkan ada yang smsan, ada nyang tidur bahkan ada nyang mabok.. Pkknya diam seribu bahasa deh, ga kaya awal berangkat.

Strip sinyal satu persatu menghilang. Ada apakah gerangan, duhai operatorku???.. semua mulai panic karena ga lama lagi pasti kita bakal kehilangan belahan jiwa kita jaman sekarang (apalagi kl bukan hp, btw hp ga ada sinyal sm juga ky ga megang hp kn..). Tp aku sih tenang2 aza, wong aku ora nggowo hp tercintaku.. bye2 my Nukie!! T.T
Setelah kurang lebih 3jaman (jgn piker yg macem2, pasti pada ngebanyangin pra-sejarah, megalitikum, neolitikum.. kita ga setua itu X), kita masuk pada zona ugly road. (suuuwmpeh, jalannya jelek ghila..). rasanya tw perut kaya dibolak-balik. Kl ga siap2 ma keseimbangan badan, ya siap2 merosot.. kaya yang dialami ma jeng Yuki. But its still wonderfull experience. 5 km telah kita lalui, sampailah kita pada desa yang sedari dulu kita kunjungi dengan sambutan hangat para penduduknya yang masih lugu2 (duw jadi kangen, hehhe.. miss u all!!) alhamdulillah perjalanan lancer tanpa gangguan (tp aku gw sedikit BT sih, bis tw super luaaaambat bgt.. pantat gw mp tepos dibuatnya)

Mulailah kita pada pesta tenda. Tiap orang bahu-membahu membangun tenda. Ampe2 yang cewe ikut bantuin lho.. (applause for IAAS women, hahha). Setelah berhari2 menunggu makan, eh maksudnya berjam2an dan kebetulan tenda ready for placing, kita dipanggil ma warga, katanya makanan dah siap. Gila serasa ketiban koper yang isinya uang 100rbuan, seneng bgt rasanya(tp kl dipikir2 sakit juga y!! hehhe). akhirnya begitu perut kenyang, meluncurlah kita pada first aim, yakni “The Beach” (tanda kutip kali ini memiliki makna sebenarnya lho..)

Kenyamanan berenang di pantai kondangmerak adalah adanya safety area, dimana kita bs aman kl laut lg ga pasang ( tp kl lg psg, ya tetep aje ombaknya segede2 gaban). Nah berhubung sore itu dah surut, alhasil mandilah kita, bersuka cita di pantai yang sepi pengunjung itu ( dah kaya private beach beneran lhoo..). oya kebetulan mas Benu mampir, tw kn yg orangnya gmn ( sypa sih yg ga knal ma org plg narsis di IAAS ini, sblm generasi aku tentunya, hehhe). Just for info (mz benu cm mampir pgn berenang doank, ga pake nginep!). sorenya anak anak pd bersih2 diri dan solat (bagi yg g solat biasanya rutinitasnya ya jaga tenda).

Berhubung aku cape mampus, waktu itu aku tidur cepet,( maklum Tuan Raja, ga boleh cape dikit). Anak-anak yang lainnya pada wara-wiri ga jelas, ada yang maen game ga jelas, nyanyi ga jelas (upps sorry mz med..) di depan api unggun semua melebur menjadi satu baker jagung bareng2 (tentunya kecuali, aku ma org2 yg tepar). Kl dari cerita sih katanya pada sharing about WOCO 2010, (but only God n they that knows the session). Oy just info lagi: mas Stefan ma Riska nyusul lho.. padahal uda malem. Mang nekat tw org!! untg ga dicaplok gundoruwo..

Paginya no matter laut lagi pasang, dasarnya orang kota yang norak ma laut, lsg aja tanpa pikir panjang kita nyemplung lagi ke laut. Namun semua berubah ketika pagi2 kita udah kedatangan tamu dari salah satu klub motor dari malang. Tragisnya mereka membuat acara kita berantakan, cz mereka minta dikasih game. Wiuhhh, sebagai anak acara, maka kita lah yang dituntut oleh pak kapel.. akhirnya kita kasih game yang kemaren kita mainin. Yah untungnya mereka ga komplen (kl ampe komplen, pasti tindakan spontan yang Gw lakuin adalah melayangkan bogem mentah ke mukanya, hahahh.. kaya berani aja!!) acara ini kira2 makan waktu mp jam 10. Ketika perut kita nyanyi2,beropera, keroncongan ga jelas, alias laper, Gw ma anak2 yg klaperan (bhubung kagak makan jagung ntadi malem…) yah kita2 pada inisiatif buat nanya n nunggu makanan mpe siap. Setelah krg lebih stg jam mnunggu dgn obrolan ngalor-ngidul, finally makanan ready to eat. Dengan lahap n tanpa merasa bdosa kita lahap makanan sampe rata2 pada nambah, et ya bujug, ckckkkcpp (kelaperan bang, hehhegh). Next info : di hari ini banyak banget arek IAAS yang pada nyusul ke kondang merak lho. Kaya mz ihsan, mz medi, mz hafidz, mz adib, mb wili, Ma memey.

Kira2 pukul 11/12an, akhirnya pa Arif dateng juga. Waktu itu moderatornya mas Steph. Ya dsni kita mulai diskusi mengenai program VCP kita. Sebenarnya, program VCP tw da ada sejak lama namun karena terhalang kendala biaya, jadi program ini baru berlangsung berkat bantuan dari kantung pa Arif sendiri (makasih pa atas ilmu dan waktunya untuk mengajari kita mengenai peduli lingkungan.. Oy jgn lupa doain proposal VCP kita goal ya kawan2, sukses VCP!!)Selama kurang lebih 1 jam diskusi plus Tanya jawab, kita disuguhkan film mengenai kehidupan terumbu karang. Sumpahhhhhhhh, bagus banget pemandangnya (rugi deh Lo kl mpe kagak ikut Woca kali ini, hehhehg).

Dan mulailah acara berantakan. dimana terjadi dua kubu, yaitu kubu terumbu karang dan kubu handicraft. Saat itu, sebagian dari kita memberikan ilmu yang rasanya saying banget kl ampe ga disampein. kl uda liat kehidupan dsna miris deh pokoknya. gimana engga, malem hari penduduk, yang kata pa Edi merupakan bukan warga kampungnya, dengan teganya merusak biota laut kondang merak dengan enaknya. Padahal untuk membentuk tunas baru hingga menjadi individu baru tw mmbutuhkan waktu yang ga bentar lho, alias lama gilaaa.

Di saat kubu satu sedang asyiknya merangkai handicraft bareng ibu dan bapak-bapak warga sekitar, kita juga ga lupa ma anak2 di desa kondang merak. Mereka kita hibur dengan berbagai games menarik yang kita apresiasikan dengan hadiah bagi yang ikut serta. Namun sayangnya, berhubung weekend, jadi warga banyak yang pada pulang ke kampong mereka msg2, so do you know what I mean, right (pesertanya teramat terbatas)!!

Di saat yang bersamaan juga, sebagian anak lainnya mengikuti kegiatan menanam terumbu karang bareng pa Edi, pa Arif beserta anak didiknya yang ikut serta dalam program penanaman terumbu karang. After resik2 dan solat, seperti biasa, kita duduk di depan api unggun ditemani oleh pa Edi yang sedianya selalu murah hati dalam memberikan ilmunya dan segala pengetahuan yang dimilikinya. Dengan gaya bahasa yang menggebu2, dia menceritakan segalanya mengenai kehidupannya. Mulai dari masa muda, masa bahagia hingga masa sulitnya (miss U Father Edi)..

Dsni kita diberi pengetahuan mengenai cara fillet. Walaupun tidak sesuai harapan (berharap ikan normal, tw2nya malah ikan HIU. Kebanyang kan makan ikan terbuas di laut, iiiiek). alhasil kita diajarin cara bikin / fillet tempura ayam. Time to barbeque’an…

Dan ternyata, tetep ga ada yang berkesan bagi aku, karena iwaknya yang ga sesuai keinginan. Dsinilah mulai terlihat kejadian2 yang tidak diinginkan, beberapa orang pusing dan mengalami sakit perut. Kata mas Dieke sih, tw dikarenakan baker ikannya yang krang mateng (ngles ja kaya ban bajei, wis tw wong iwakne wes digodok, masa masih krg mateng..) who knows!!

Third days came, pagi2 buta sekitar pukul 6, sebagian anak jalan2 mengelilingi pantai kondang merak yang luar biasa indahnya. Kita berjalan hingga ujung garis pantai menaiki sedikit tebing dan thhhada, pantai pasir putih nan indah telah menunggu tuk dijamah oleh kita para IAASer unibraw. Dan betapa senangnya kita menyambut keindahan alam private pantai ini. Begitu bersih, anggun namun tetap memberikan ketegasan yang digambarkan oleh desiran ombak2nya. Just for info : mb wili, mz hafidz dan rofiq pulang.

Di private pantai ini kita berekspresi sebebas-bebasnya, karena dsni Cuma ada kita. No one else.. setelah 1 jam lebih lelah berfoto2 ria, kita kembali menuju perkemahan tercinta untuk memanjakan perut kmi masing2.

acara selanjutnya, yaitu fill trip nang bale kambang. Sebelumya kita ngadain games dulu. Gamesnya sih standart, cm untuk menguji kekompakan tim. Sayang games ini ga berhasil dikarenakan keadaan lingkungan sama peralatan yang kurang memadai.
Setelah cape2 main games, acara field trip pun menjadi penantian yang sangat diinginkan. Menurutku inilah sesi yang paling ditunggu2 dan dinanti oleh kawan IAASer. dmn dalam petualangan, kita akan merasakan teknologi menyentuh kita kembali, yaitu sinyal operator, hehehhg. Berhubung aku tidak membawa ponsel maka euphoria itu tidak aku rasakan.

Rintangan pertama kami (berhubung air laut pasang) yaitu menyusuri tebing disertai semak belukar hutan belantara. Dan sampailah kita pada lautan pasir yang mengandung butiran besi. Penampakannya jadi agak kehitaman gitu deh, seru.

Selanjutnya kita memasuki rimba dimana ditumbuhi oleh belukar dan pohonan berduri berbentuk mirip nenas. Dsni kita juga melihat legenda pasir yang konon katanya merupakan pasir hisap. Setelah berjalan kurang lebih 10menit, akhirnya kita sampai pada tujuan pertama kita yaitu tebing curam yang serem sekaligus indah banget. Setelah take beberapa picture, kita lanjut perjalanan. Dan kita dikagetkan kembali dengan pantai yang maha indah. Ya, seperti biasa, kita foto2 sekaligus menghela napas sebentar. Dan perjalanan pun semakin menantang. Tebing demi tebing, karang demi karang kita lewati bersma. Dan wow, maka kali ini tak bisa memejam. Sepertinya Rasa lelah dan haus yang melanda kami, seketika surut terbawa oleh ombak yang silih berganti. Foto demi foto terambil, memanfaatkan moment2 yang jarang kita rasakan di perkotaan, diabadikan bersama memori / kenangan.

Di tempat ini mereka yang membawa alat telekomunikasi mendapat euphoria lebih dibandingkan yang lain. Karena di tempat ini mereka memberi kabar mengenai keadaan mereka yang rasanya terisolasi oleh teknologi. Konon katanya di tempat ini sering terjadi penampakan penyu dan hiu yang bebas berkeliaran di laut lepas. Namun keberuntungan tidak berpihak pada kita. Tak ada yang melihat penyu maupun ikan penguas lautan tersebut. Perjalanan dilanjutkan, kali ini kita telah mengalami masa kejengahan dimana kita semua telah lelah menjalani trip ini. Tapi sekali lagi, kita dibuat terkesima oleh pantai yang kita temui berikutnya, membuat semangat berkobar-kobar kembali di dada ini.

Setelah kurang lebih 1 jam’an mengarungi berbagai rintangan, sampailah juga kita pada pantai yang menjadi the our aim destiny, bale kambang. Dsni kita mencari2 nafas dan sekedar merabahkan kaki2 yang telah rapuh rasanya. 10menit berlalu, and here we go, bale kambang. Dengan pura menawan yang ditawarkan pada para pengunjung, maka tempat ini memang layak tuk dikunjungi.

Seperti anak yang melihat mainan, kami pun langsung beranjak tak mau kalah dengan paengunjung yang lain menuju pura yang telah ada sejak zaman penjajahan kala itu. Tak puas2nya mengagumi keindahan alam pantai bale kambang, kami pun terenyuh oleh gemerisik yang dating dari perut kami, yang meronta2 tuk segera diisikan oleh sesuatu. Kami pun mendatangi kedai yang berada di pinggir pantai, sekdar membeli minuman tuk penghilang dahaga dan secumut cemilan yang sekiranya dapat mengganti kekosongan perut.

Waktu menunjukan pukul 1 siang, dan kami berjanji pulang pada pukul 2 siang. Maka kami pun mengakhiri ekspedisi kami menjelajahi rute kondang merak menuju bale kambang. Pejalanan pulang memakan waktu sekitar 45menit. Sesampainya di tenda kami bergegas tuk sembahnyang dhuhur. Setelah selesai solat, kami pun bergegas tuk membereskan tenda dan segala perlengkapan.

Dengan kondisi perut yang kembali lapar dan kelelahan yang menyerang, beberapa anak pun terlelap dalam tidur nyenyaknya. Di tengah perjalanan, kami mampir tuk tak lupa menunaikan tugas sebagai ciptaan-Nya. Setelah 15 menit, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju malang tercinta. Akhirnya pada pukul 7 malem kami selamat sampai tujuan. Alhamdulillah… Ch3blong, 3 juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: